4 Tokoh Politik Nasional Asal Bengkulu

Provinsi Bengkulu, meskipun tidak cukup dikenal seperti provinsi-provinsi lainnya di Pulau Jawa, tetapi Provinsi Bengkulu sudah menorehkan catatan sejarahnya lewat tokoh-tokoh yang berkiprah di tingkat nasional.


Bahkan, Bengkulu masuk dalam catatan sejarah tempat pengasingan presiden pertama Republik Indonesia (RI), Ir. Soekarno. Dari sinilah dia mengenal seorang gadis Bengkulu bernama Fatmawati. Di mana, Fatmawati ini dikenal jasanya menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang selalu dikibarkan pada saat upacara HUT Kemerdekaan RI di Jakarta.

Menurut data terhimpun, ada beberapa orang tokoh politik asal Bengkulu yang populer saat ini dan populer pada zamannya yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Berikut ini tokoh politik asal Bengkulu:

1. A.M Hanafi


A.M Hanafi foto bersama Ir. Soekarno
Tidak banyak yang mengenal sosok A.M Hanafi ini. Apalagi, kehidupannya banyak dihabiskan di luar negeri Paris, Perancis. Dikutip dari wikipedia, A.M Hanafi lahir di Bengkulu pada tahun 1918 dan meninggal dunia di Paris, Perancis pada tahun 2 Maret 2004. Putra dari Marhaen Hanafi ini pada masa Presiden RI, Ir. Seokarno pernah menjabat sebagai Menteri Urusan Tenaga Rakyat tahun 1957 – 1960. Kemudian pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Kuba pada tahun 1963 – 1965. Karena kedekatannya dengan Soekarno, dia pun meminta agar mendapat suaka politik ke Perancis dan menetap di Paris hingga meninggal dunia.

2. Patrice Rio Capella


Patrice Rio Capella
Siapa yang tidak mengenal tokoh politik satu ini. Dia mengawal karier politiknya dari nol, hingga akhirnya dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) besutan Surya Paloh (2013 – 2015).

Putra Bengkulu kelahiran Lebong, 16 April 1969 ini termasuk orang yang berjasa di Partai Nasdem. Dia turut andil membangun dan membesarkan Partai Nasdem benar-benar dari awal, sebelum Partai Nadem bermetamorfosa menjadi partai politik. Saat itu, Nasdem hanya sebagai organisasi masyarakat (Ormas) dan Patrice Rio Capella dipercaya sebagai Ketua Umum. Hingga akhirnya, setelah menjadi partai politik dia menjadi Sekjen dan Ketua Umum diambil alih oleh Surya Paloh.

Patrice Rio Capella mengawali kariernya dari Provinsi Bengkulu, saat itu dia pernah menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Bengkulu periode 1997-2000 dan di tingkat nasional, alumnis SMAN  Curup ini juga pernah menjadi Wasekjen DPP KNPI periode 1999-2002.

Karier politik Rio Capella bermula dari ikut mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk wilayah Bengkulu, sekaligus juga pada waktu itu ditunjuk menjadi bendahara DPW PAN Bengkulu tahun 1999–2000. Hingga akhirnya dia terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu 1999-2004, dan berlanjut ke periode berikutnya.

Pada Pemilu 2009, dia dicalonkan oleh PAN sebagai calon Anggota Legislatif DPR RI Daerah Pemiihan Bengkulu dan memperoleh memperoleh suara sangat signifikan, namun dia gagal menjadi anggota DPR RI pada saat itu karena terganjal oleh rekannya sendiri dalam satu partai.

Namun, pada tahun 2014 Rio Capella kembali menjajal sebagai calon anggota legislatif DPR RI daerah pemilihan Bengkulu, kali ini dia menggunakan partai yang turut didirikannya Partai Nasdem. Di pemilu 2014 ini Rio Capella benar-benar menunjukkan debudnya dan berhasil meraih suara terbanyak dibandingkan calon legislatif lainnya dari Provinsi Bengkulu.

Tetapi sayang, keberhasilannya menjabat sebagai anggota DPR RI tidak berlangsung lama. Karena, pada Oktober 2015 dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait kasus grativikasi. Seiring dengan penetapannya sebagai tersangka, dia pun menyatakan mundur sebagai Sekjen Partai Nasdem, sekaligus mundur dari anggota DPR RI.

3. H. Mohammad Saleh


H. M. Saleh
Siapa yang tidak kenal dengan pengusaha asal Bengkulu satu ini. Putra kelahiran Rejang Lebong, 10 Juli 1966 ini mulai dari SD hingga SMA ditempuh di Rejang Lebong, bahkan pendidikan tingginya pun ditempuh di Bengkulu yakni di Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu, hingga akhirnya merantau ke ibu kota Jakarta, hingga sukses mendirikan berbabagai perusahaan, di antaranya perusahaan elektronik Master dan Prioritas yang tersebar di seluruh Indonesia.

M. Saleh yang sering juga disingkat dengan HMS (H. Mohammad Saleh) dikenal sebagai orang yang gigih dalam memperjuangkan cita-citanya. Pengalaman hidupnya, sering dia tularkan kepada generasi muda, bahwa cita-cita itu harus diraih. Beberapa tahun lalu kepada penulis dia pernah mengatakan, “kalau orang bisa mengapa kita tidak bisa. Tunjukkan kalau kita juga bisa, bahkan lebih.” Prinsip hidup yang selalu dia terapkan, bahkan pada saat dahulu dia masih bekerja di salah satu perusahaan milik orang lain dan harus bersaing dengan alumnus dari luar negeri. Tetapi, dia bisa membuktikan bahwa dia patut diperhitungkan.

Prinsip ini pula lah yang dia terapkan di dunia politik. Dari seorang pengusaha merambah ke dunia politik, diawali sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2014 – 2019. Sebagai anggota DPD RI, karier politiknya semakin moncer, apalagi setelah dia dipercaya sebagai Ketua DPD RI (2016 – 2017) menggantikan posisi Irman Gusman yang tersandung masalah hukum. Jadilah dia sebagai satu-satunya orang dari Provinsi Bengkulu yang pernah menjabat sebagai Ketua DPD RI.
Saat ini, HMS kembali melanjutkan kiprahnya di dunia politik sebagai calon anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Bengkulu dari Partai Golongan Karya, periode 2019 – 2024. (Baca: Nyaleg DPR RI, Posisi M. Saleh Makin Diperhitungkan)

4. Rosihan Arsyad


Rosihan Arsyad
Laksda TNI (Purn.) Rosihan Arsyad merupakan tokoh politik kelahiran Bengkulu, 29 Juli 1949. Sebelum melangkah ke dunia politik, dia merupakan tokoh militer Indonesia yang pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Staf Armada Barat Angkatan Laut RI, sebelum akhirnya menjadi Gubernur Sumatera Selatan (1998 – 2003)  menggantikan Ramli Hasan Basri.

Dikutip dari wikipedia, Rosihan menyelesaikan pendidikannya di AAL, kemudian dia menjalankan penugasan pendidikan di Pendidikan Lanjutan Perwira Tingkat II, Sekolah Staf dan Komando TNI AU (SESKOAU) dan Lemhannas Kursus Reguler Angkatan 29.

Pada saat bertugas sebagai penerbang pesawat udara di Satuan Udara Armada, dia menerbangkan pesawat Nomad N-22, CASA C-212 dan Dakota C-47, Rosihan mampu mengumpulkan jam terbang sebanyak lebih dari 6.000 jam tanpa kecelakaan dan berhasil mencapai jenjang sebagai penerbang instruktur. Selain itu, Rosihan juga pernah dua kali mendapat tugas sebagai Komandan Skuadron, yaitu Komandan Skuadron 200 (Latih) dan Skuadron 800 (Patroli Maritim).

Pada tahun 1991, Rosihan Arsyad mendapat kepercayaan untuk bertugas di kapal perang, dimulai dengan jabatan Perwira Pelaksana KRI Teluk Banten, dan pada tahun 1993 mendapat amanah menjadi Komandan KRI Teluk Semangka. Sejak itu, karier Rosihan Arsyad terus meningkat, baik di staf maupun Komando, berturut-turut sebagai Perwira Pembantu Utama Pengkajian Strategis, Komandan Satuan Udara Armada, Kepala Sub Direktorat Latihan, Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat. Karier Rosihan Arsyad di TNI AL terakhir adalah Kepala Staf Armada Barat, sebelum menjadi Gubernur Sumatera Selatan tahun 1998 pada umur 49 tahun.

Pengabdian Rosihan Arsyad tidak berhenti setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 2003. Rosihan Arsyad pernah aktif membina olahraga sebagai Wakil Ketua Umum I KONI dan Sekretaris Jenderal KONI tahun 2007-2011.

Kebiasaan Rosihan Arsyad menulis sudah dimulai sejak masih menjadi perwira muda, dimulai dengan menyusun buku-buku petunjuk pelaksanaan dan pertunjuk teknis untuk kepentingan TNI AL, bahkan menyusun buku Etiket dan Kehidupan Perwira TNI Angkatan Laut, yang kemudian menjadi buku pegangan resmi mengenai etiket di lingkungan TNI AL. Dalam menghadapi pemilihan Gubernur Sumatera Selatan tahun 1998, walaupun saat itu belum jamak, Rosihan Arsyad telah menyiapkan konsep pembangunan Sumsel dengan judul Revitalisasi Pembangunan Sumatera Selatan Melalui Pemberdayaan Masyarakat.

Rosihan Arsyad pernah beberapa kali berbicara pada seminar dan dialog internasional, diantaranya: Dialogue Indonesia-Japan on Maritime Security Cooperation, Jakarta, February 20, 2006 dan Indonesia – Japan 2nd Dialogue on Maritime Security Cooperation, Tokyo, 2007, The Asian Energy Security Conference, Mississippi State University, Jackson, USA, on 1-2 October 2007, The Maritime Capacity Building Conference, Mississippi State University, Columbus, USA, on 16-17 June 2009, International Seminar On "Prospects of Cooperation and Convergence of the Issues and Dynamics in South China Sea" May 31, 2011, Hotel Le Meridien, Jakarta, serta “International Conference on “South China Sea Disputes: The Road to Peace, Stability and Development”, Kuala Lumpur, Malaysia on October 17, 2011.

Tulisan Rosihan Arsyad juga telah diterbitkan dalam publikasi internasional, antaranya dalam “Asian Energy Security: Regional Cooperation in the Malacca Strait”, Papers in Australia Maritime Affairs, No. 23, Sea Power Center – Australia dan dalam “Maritime Capacity Building in the Asia-Pacific Region”, Papers in Australia Maritime Affairs, No. 30”, Sea Power Center – Australia.

Sepanjang kariernya, Rosihan Arsyad menerima tidak kurang dari 16 penghargaan, diantaranya Bintang Jalasena Nararya, Bintang Yudha Dhama Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Menggala Karya Kencana Kelas I, Satya Lencana Wira Karya, Satya Lencana Pembangunan Di Bidang Transmigrasi. Keberhasilannya memimpin SAR pada kecelakaan Silk Air di Sungai Musi tahun 1997 mendapat pengakuan dari pemerintah Singapura. Karena pengabdian dan perhatiannya yang besar pada bidang olahraga, Rosihan Arsyad menerima penghargaan Adimanggalya Krida, dan pada Olimpiade Beijing 2008, Rosihan Arsyad mendapat kepercayaan untuk menjadi Chef de Mission Kontingen Indonesia.

Pada tahun 2010, Rosihan Arsyad menjajal sebagai Calon Gubernur Bengkulu 2010 – 2015. Tetapi sayangnya, cita-citanya ingin membangun Bengkulu harus kandas. Karena pada saat itu kalah dari calon incumbent Agusrin M Najamudin yang berpasangan dengan Junaidi Hamsyah.

Demikian beberapa tokoh politik asal Provinsi Bengkulu yang kami anggap populer dan tercatat sebagai tokoh nasional. Jika ada tokoh politik lainnya yang belum disebutkan, silakan kirimkan biografinya dan akan kami tambahkan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Tokoh Politik Nasional Asal Bengkulu"

Post a Comment