Kisah itu di Lapangan Setia Negara



Pelaksanaan Salat Idul Adha berjemaah di Masjid Al Jihad Curup

LAPANGAN setia negara itu berada di tengah kota Curup, Bengkulu. Lapangan yang 100 meter persegi di kelilingi pohon-pohon tinggi dan rindang. Tempat yang asyik untuk bersosialitas, menampung semua kegiatan yang bersifat massal bagi masyarakat kota Curup.
  
"Kok sholat idul Adhanya di sini, Pa..?" si bungsu bertanya setelah mengetahui sholat Idul Adha kali ini tidak di lapangan Setia Negara seperti biasanya dari tahun ke tahun. Sholat Idul Adha untuk kali pertama diadakan di depan Masjid Al Jihad yang berada di Jalan Kartini, Curup atau atau berjarak 150 meter ke utara lapangan.
Sedih juga mendengar pertanyaan si bungsu.
Lapangan Setia Negara dan Masjid Muhammadiyah Al Jihad mempunyai garis merah yang bisa merunut kenangan dan endapan rasa yang sarat emosi!

Kenangan masa kecil, pagi-pagi bapak mengajak anak-anaknya pada dua sholat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha ke lapangan Setia Negara hingga melahirkan tradisi dua solat hari raya itu di Lapangan setia Negara . Kesempatan untuk silaturrahim kepada sanak saudara dan handai taulan perantauan. Sholat hari raya di lapangan menjadi ritualitas tersendiri yang meninggalkan kesan yang begitu dalam. 
 
Pagi ini, sholat Idul Adha menjadi berbeda dan terasa gamang. Karena lapangan Setia Negara di sekelilingnya telah ditutupi dengan seng, tanda bahwa lapangan tersebut saat ini sedang dibangun, dengan otomatis mendakan perubahan fungsi lapangan tersebut, termasuk tradisi sholat di lapangan, sholat hari raya bagi jemaah Masjid Al Jihad..!
 
Aku, Masjid Al Jihad dan Lapangan Setia Negara adalah kisah yang tak terlupakan.


Catatan Ifadli Marid jemaah Masjid Al Jihad Curup

Curup 23 Agustus 2019
Idul Adha 1413 H

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah itu di Lapangan Setia Negara"

Post a Comment