Tentang Kopi Curup


Curup, merupakan kota kecil di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Meskipun kota kecil, namun penduduk di Kota Curup sudah majmuk, terdiri dari berbagai suku. Seperti, Rejang, Jawa, Batak, Minang, Sunda, Batak, Tiong Hoa dan sebagainya.

Mata pencaharian penduduk kota ini juga bermacam-macam, mulai dari PNS, pegawai swasta, pedagang, namun mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Komoditas pertanian unggulan di Kota Curup adalah tanaman hortikultura dan perkebunan adalah kopi.

Sejak dahulu, kopi menjadi komoditas andalan penduduk Kota Curup. Posisi Kota Curup yang terletak di dataran tinggi, ditambah suburnya tanah di daerah ini, mampu menghasilkan biji kopi berkualitas, yang memiliki ciri khas tersendiri, berbeda dengan kopi-kopi di daerah lainnya.

Tidak heran, jika mencoba kopi asli Curup, kita akan merasakan sensasi yang berbeda.  Seperti yang diakui Daniel, salah seorang turis asal Amerika yang juga bagian dari Tim Wild Sumatera Tours yang sedang beraktivitas di Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara. Di sela-sela kesibukannya, pria berkulit putih berambut plontos dengan tinggi badan sekitar 175 cm itu menikmati hangatnya minuman kopi asli Curup.
“Amazing (luar biasa)! Kami sangat senang dengan keindahan alam Rejang Lebong ini. Kami juga sangat menikmati kopi orang sini,” ujarnya yang baru saja menyelesaikan Arung Jeram di Sungai Musi dengan timnya, Senin (15/8/2016) sekitar pukul 12.30 WIB (RedAksiBengkulu.com)

Senada dengan Daniel, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Usaha HKm, HD dan HTR, Ir Susilo Indarto M.Si mengatakan, Kabupaten Rejang Lebong menjadi daerah di Provinsi Bengkulu yang sangat maju dalam hal pertanian dan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Termasuk perkebunan kopi yang menghasilkan kualitas terbaik, hingga memikat investor. Hal ini disampaikannya dalam Workshop Membangun Sinergi dalam Pengembangan Usaha Hutan Sosial di Kabupaten RL yang digelar di Ruang Pola Setdakab RL, Selasa (9/8).
"Di sini (RL) memiliki 21.635 hektare lahan perkebunan kopi dan menghasilkan 13.000 ton per tahun. Ini sangat bagus sekali. Apalagi kopi robusta Rejang Lebong juga telah menunjukkan kualitas, dengan memikat investor dari Malaysia yang berkunjung ke Rejang Lebong bulan Mei 2016 lalu,”  ujarnya .
(radarpatpetulainews.com)

*****

Bahkan, pada kesempatan tersebut, Susilo sempat menganalogikan dengan sebutan ‘ayam yang punya telur, tapi sapi yang punya nama (telur mata sapi). Maksudnya, Rejang Lebong yang punya kopi, tapi daerah lain yang justru lebih populer. Padahal kopinya dari Rejang Lebong.

Hal tersebut wajar, karena kebanyakan hasil kopi petani di daerah ini sudah dikuasai oleh para tengkulak. Kopi yang harus dipanen setiap setahun sekali, memaksa petani harus berhutang kepada para tengkulak, demi menutupi kebutuhan hidupnya sehari. Sehingga, para petani tidak bisa bebas menjual kopinya kepada sembarang orang. Kemudian, para tengkulak mengirimkan kopi dari Curup atau Rejang Lebong ke daerah lain, ke perusahaan yang lebih besar. Di sini hilangnya nama KOPI CURUP.

Tradisi Minum Kopi


Tidak hanya di Curup, minum kopi mungkin sudah menjadi tradisi di kala bertamu, bersantai, berkumpul maupun di saat bekerja sekalipun.  Tidak lengkap rasanya jika berkumpul, bercerita tanpa ada hidangan kopi panas. Apalagi yang dihidangkan kopi Curup, hmmm...aromanya, kenikmatannya menambah hangatnya suasana. 

Begitu juga dengan ruang baca kopicurup.com iniKami ingin melengkapi hari-hari sobat kopicurup.com, dengan bacaan yang ringan, enteng, namun bisa menjadi inspirasi bagi sobat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bukankah kopi adalah teman di saat kita mencari inspirasi, plus pisang goreng tentunya.

Seiring berjalannya waktu, konten-konten yang dihadirkan pun sedikit banyak pasti akan ada perubahan. Sebab, kami ingin menjadi lebih baik lagi. Karena itu, kami sangat berharap kritikan dan saran dari sobat kopicurup.com yang disampaikan melalui email kami.


Salam Hangat.


    Anda dapat berkomunikasi dengan kami melalui:
    Email: kopicurup@gmail.com

    Subscribe to receive free email updates:

    0 Response to "Tentang Kopi Curup"

    Post a Comment